Gegara Telat Nutup Jendela, Penyalur Ungkap Alasan Erin Diduga Aniaya ART
Pada Jumat, 1 Mei 2026, kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang Asisten Rumah Tangga (ART) yang melibatkan Rien Wartia Trigina alias Erin kembali mencuri perhatian publik. Kasus ini terkuak setelah penyalur ART, Nia Damanik, menerima laporan dari korban bernama Hera terkait dugaan kekerasan fisik yang dialami.
Insiden Berawal dari Panggilan Telepon
Nia menceritakan bahwa insiden ini dimulai dari panggilan darurat yang diterimanya pada sore hari. Hera dalam keadaan panik meminta pertolongan untuk segera dijemput dari tempat kerjanya. Korban mengklaim menjadi sasaran tindakan kekerasan yang cukup serius.
“Kemarin jam tiga sore, saya ditelepon. Dibilang gini ‘Halo kak, tolongin saya. Tolong jemput saya di sini. Saya di sini dipukul. Kepala saya dipukul pakai sapu’,” ungkap Nia.
Ngerasa Difitnah, Penyebar Isu Dugaan Penganiayaan Erin Terancam 3 Tahun Penjara
Setelah menerima laporan, Nia berusaha mencari bantuan, termasuk menghubungi mantan suami Erin, Andre Taulany. Namun, tanggapan yang diterima tidak sesuai harapan. Andre Taulany memilih untuk tidak terlibat langsung dan menyarankan menyelesaikan kasus ini melalui jalur hukum jika terdapat bukti yang cukup kuat.
“Kata Pak Andre ‘Saya nggak ada hubungan. Kalo ada bukti, lapor aja ke polisi,'” kata Nia.
Upaya Penjemputan Korban Tidak Lancar
Usaha Nia untuk menjemput Hera ke rumah Erin tidak berjalan mulus. Ia tidak diizinkan masuk oleh petugas keamanan di lokasi, menimbulkan kekhawatiran akan kondisi korban di dalam rumah.
“Ya udah kita turutin. Kita lapor ke Polsek. Dari Polsek, kita didampingi datang ke situ,” jelas Nia.
Ketegangan meningkat saat Nia mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah saat kedatangannya dengan aparat kepolisian. Mereka menduga korban masih mengalami tindakan kekerasan saat itu.
Lebih lanjut, dugaan sementara menyebut pemicu tindakan tersebut tergolong sepele. Hera hanya terlambat menutup jendela, yang memicu emosi Erin hingga diduga berujung pada tindakan fisik.


