Cuaca Awal Mei: BMKG Prediksi Wilayah-wilayah yang Bakal Diguyur Hujan Lebat
Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah bakal diguyur hujan lebat pada awal Mei. Kondisi hujan lebat ini diperkirakan diawali dengan cuaca terik pada siang hari.
Menurut BMKG, meskipun monsun Australia diprediksi melemah, pola angin zonal didominasi oleh angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini membawa massa udara kering dari Australia menuju Indonesia dan menjadi indikasi peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Pola Cuaca Peralihan Menjadi Faktor Penyebab Hujan Lebat
Pola peralihan musim ini ditandai perbedaan suhu udara yang signifikan antara pagi dan siang hari. Proses konveksi tinggi pada pagi hingga siang hari yang dipicu intensitas radiasi matahari memicu pembentukan hujan lokal pada sore hingga malam hari.
Berbeda intensitas hujan lokal ini umumnya tidak merata, dengan durasi singkat. Hujan disertai kilat dan angin kencang juga berpotensi terjadi.
Fenomena Atmosfer Mempengaruhi Pola Cuaca Secara Global
BMKG juga mencatat fenomena atmosfer global seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 2, Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang aktif di beberapa wilayah Indonesia. Semua ini berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan.
Di samping itu, sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua juga berpengaruh terhadap pola cuaca di Indonesia. Daerah konvergensi dan konfluensi membentuk wilayah yang berpotensi hujan lebat.
Berikut daftar wilayah di Indonesia yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat pada 1-4 Mei:
- Bengkulu
- DK Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Maluku
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap suhu udara yang panas pada pagi hingga siang hari serta cuaca signifikan pada sore hingga malam hari. Meskipun demikian, potensi hujan masih dapat terjadi akibat dinamika atmosfer lainnya.


