Tren kedai kopi di Indonesia terus berkembang dengan munculnya konsep kopitiam yang menarik perhatian. Kopitiam dengan nuansa klasik Asia Tenggara menjadi alternatif populer di kota-kota besar. Data menunjukkan lebih dari 461 ribu kedai kopi di Indonesia dengan pertumbuhan yang pesat, sementara kopitiam hadir dengan pendekatan yang lebih sederhana tetapi kuat dalam rasa dan pengalaman. Konsep kopitiam sendiri sudah dikenal sejak abad ke-20 dari budaya Malaysia dan Singapura, namun kembali relevan dengan adaptasi terhadap selera generasi modern tanpa kehilangan identitas tradisional.
Perubahan preferensi konsumen menjadi pendorong utama tren kopitiam di Indonesia. Konsumen mencari minuman yang approachable dan nyaman, tetapi tetap kaya rasa. Kopitiam menekankan pada blending dan konsistensi rasa, berbeda dengan specialty coffee yang lebih fokus pada asal-usul dan teknik seduh. Dengan posisinya yang tidak terlalu tradisional atau kompleks seperti specialty coffee, kopitiam mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain rasa, pengalaman juga menjadi kunci sukses bagi kopitiam dengan menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Tampilan minuman juga semakin diperhatikan, terutama bagi generasi muda yang aktif di media sosial yang tertarik pada sajian yang menarik secara visual. Kopitiam menjadi pilihan menarik bagi para penggemar kopi yang mencari pengalaman yang unik dan berbeda.


