Musisi dari Indonesia Timur seperti Toton Caribo, Wizz Baker, Oncho Flash, Ave, dan Eno Smaper telah resmi bekerjasama dengan Sony Music Entertainment. Langkah ini merupakan bagian dari strategi label besar tersebut untuk memperluas jangkauan musik nasional serta memberi kesempatan lebih luas bagi para talenta dari luar Pulau Jawa. Musik dari Indonesia Timur kini semakin mendapatkan perhatian di industri musik nasional dengan karakter ritmis yang kuat, lirik yang jujur, dan energi autentik. Gelombang musik dari daerah ini mulai menempati posisi utama di industri musik nasional dengan dukungan distribusi digital dan media sosial. Sebelum kerjasama dengan Sony Music Indonesia, sejumlah karya dari musisi seperti Ave, Eno Smaper, Oncho Flash feat Wita Sofi telah dirilis. Sony Music Indonesia menyiapkan kolaborasi baru dengan Toton Caribo dan Wizz Baker sebagai langkah strategis ke depan. Selain itu, Sony Music Indonesia juga memiliki sub-label, Megah Music, yang fokus pada musik hyperlocal seperti musik tradisional, kedaerahan, religi, dangdut, dan sejenisnya. Wisnu Wicaksana, Head A&R Sony Music Indonesia untuk Floor Inc & Megah Music, menjelaskan visi di balik kehadiran Megah Music dan komitmen Sony Music Indonesia terhadap musik daerah. Dalam waktu dekat, Sony Music Indonesia akan merilis proyek jangka panjang dengan Toton Caribo dan Wizz Baker, dua musisi yang menjadi sorotan utama dalam perkembangan musik dari Indonesia Timur. Selain itu, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) juga telah menetapkan skema baru distribusi royalti musik untuk tahun 2026, yang memengaruhi pendistribusian royalti lagu musik. Tetap up-to-date dengan perkembangan musik Indonesia Timur dan informasi terkait di laman VIVA.co.id.


