Sunday, June 7, 2026
HomeLifestyleMenghindari Keluarga Toxic: Perspektif Buya Yahya

Menghindari Keluarga Toxic: Perspektif Buya Yahya

Fenomena istilah toxic family atau keluarga yang dianggap memberi dampak buruk semakin sering dibahas di media sosial. Banyak orang merasa lelah secara emosional karena konflik berkepanjangan, maka muncul pertanyaan penting: apakah menjauhi keluarga atau lingkungan yang dianggap toxic termasuk dosa?

Buya Yahya, seorang ulama ternama, pernah mengulas pertanyaan tersebut. Ia menekankan pentingnya untuk mengevaluasi diri sendiri sebelum mengambil langkah menjauhi lingkungan yang berdampak buruk. Seseorang tidak boleh langsung menyalahkan orang lain tanpa melihat potensi kesalahan yang ada dalam diri sendiri.

Dalam penjelasannya, Buya Yahya memberikan contoh sederhana untuk mengilustrasikan hal tersebut. Ia mengingatkan bahwa sebelum memutuskan untuk menjauh dari keluarga atau lingkungan, seseorang perlu introspeksi apakah sikap atau perilakunya turut menyebabkan ketidaknyamanan pada orang lain. Buya Yahya juga membedakan situasi di mana memang lingkungan membawa dampak buruk dan perlu dijauhi untuk melindungi diri dari pengaruh negatif.

Penekanan lain yang diungkapkan Buya Yahya adalah mengenai cara meninggalkan lingkungan yang tidak sehat. Menurutnya, proses menjauh sebaiknya dilakukan dengan cara baik dan tanpa menciptakan konflik baru. Jadi, pada intinya, menjauhi keluarga atau lingkungan yang dianggap toxic bukanlah dosa, namun perlu dilakukan dengan bijaksana dan pertimbangan yang matang.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler