Sunday, May 10, 2026
HomeTeknoMengapa Ikan Sapu-sapu Merusak Ekosistem: Penjelasannya

Mengapa Ikan Sapu-sapu Merusak Ekosistem: Penjelasannya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai aksi membasmi ikan sapu-sapu serentak di lima wilayah kota administratif. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi populasi spesies invasif yang telah mendominasi perairan air tawar di Jakarta. Meskipun dikenal sebagai ‘pembersih’ akuarium karena kemampuannya dalam mengonsumsi lumut dan sisa kotoran, ikan sapu-sapu menjadi ancaman serius jika dilepas ke alam liar seperti sungai dan danau.

Menurut laporan Nature World News, ratusan ikan sapu-sapu ditemukan hidup liar di berbagai wilayah termasuk di Texas, Amerika Serikat, yang diduga berasal dari pelepasan oleh pemilik akuarium. Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia, contohnya di Sungai Ciliwung, di mana kehadiran ikan ini dikaitkan dengan penurunan drastis keanekaragaman ikan lokal. Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Triyanto, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu bersama kerabatnya berasal dari Amerika Selatan, khususnya Brasil, dan masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias.

Ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi perairan yang kurang baik, namun keberadaannya bisa menjadi penanda buruknya kualitas air sungai. Beberapa faktor membuat ikan sapu-sapu merusak ekosistem, antara lain sebagai spesies invasif yang berkembang biak cepat, perilaku makan yang mengganggu keseimbangan ekosistem, menciptakan persaingan makanan yang tidak seimbang, serta berpotensi membawa penyakit. Dampak dari keberadaan ikan sapu-sapu di alam liar adalah kerusakan ekosistem, ancaman bagi spesies lokal, dan sulitnya pengendalian populasi. Oleh karena itu, perlu tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler