Pertamina terus mengawasi perkembangan situasi di Selat Hormuz yang dianggap sangat dinamis karena menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa komunikasi terus dilakukan dengan awak kapal untuk memastikan keselamatan kru. Selain itu, Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping, juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk perusahaan asuransi, demi kelancaran melewati Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri RI juga menyatakan bahwa Pemerintah Iran telah merespons permintaan Indonesia agar kapal Pertamina dapat melintas dengan aman. Semua langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasi kapal Pertamina di Selat Hormuz, salah satu wilayah yang strategis dalam perdagangan energi dunia.


