Polemik rumah tangga Clara Shinta semakin memanas dan memasuki babak baru yang lebih kompleks. Konflik antara Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad tidak hanya berujung pada proses perceraian, namun juga melibatkan pihak ketiga dan tuntutan ganti rugi yang fantastis. Permasalahan ini dimulai ketika Clara Shinta membongkar dugaan perselingkuhan suaminya melalui bukti video call yang kemudian menjadi konsumsi publik.
Namun, Clara Shinta malah dihadapkan pada somasi dari Tri Indah Ramadhani, perempuan yang diduga terlibat dalam perselingkuhan tersebut. Tri Indah menuntut ganti rugi sebesar Rp10,7 miliar akibat momen video call seks dengan Alexander Assad yang terbongkar. Clara Shinta merasa terkejut dengan langkah hukum tersebut dan merasa tuntutan tersebut tidak adil, mengingat dirinya yang merasa sebagai korban dalam situasi tersebut.
Tak tinggal diam, Clara Shinta bersama kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, menyiapkan langkah balasan dengan memberikan tanggapan resmi atas somasi tersebut serta mengambil tindakan hukum berupa somasi balik. Menurut Sunan Kalijaga, dampak yang dirasakan oleh Clara Shinta lebih serius daripada klaim yang diajukan pihak lawan, termasuk menghancurkan rumah tangganya hingga berdampak pada kondisi psikologis anak-anaknya. Reputasi Clara Shinta di dunia profesional dan media sosial juga mengalami penurunan signifikan sebagai dampak dari konflik ini.


