Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sedang menggodok rencana baru terkait pendaftaran jamaah haji dengan skema ‘war ticket’. Skema ini memungkinkan jamaah yang cepat untuk memasuki kuota yang tersedia agar dapat berangkat ke tanah suci. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan rencana ini sebagai respon terhadap antrean panjang calon jamaah yang menarik perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.
Dahnil menjelaskan bahwa fenomena antrean panjang ini muncul seiring dengan masalah keuangan haji dan tidak terjadi sebelum adanya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Upaya untuk mengurangi antrean tersebut melalui skema ‘war ticket’ sedang dipertimbangkan, di mana kuota yang diberikan oleh Arab Saudi akan ditetapkan harganya agar tidak perlu antre. Setiap jamaah dapat langsung memesan tiketnya tanpa perlu menunggu antrean.
Meskipun demikian, Dahnil menyadari bahwa penerapan skema ini tidak bisa dilakukan dengan cepat karena masih banyak calon jamaah haji yang berada dalam antrean panjang, mencapai sekitar 5,7 juta orang. Rencana tersebut masih dalam tahap pemikiran agar keinginan Presiden untuk mengurangi antrean haji dapat terwujud. Tahap penggodokan akan terus dilakukan untuk merumuskan detail dari implementasi skema yang diinginkan.
Irha Aprili Ramadhoni


