Harga emas mengalami kenaikan lebih dari 1% pada hari Kamis akibat pelemahan dolar Amerika Serikat. Investor pun menilai gencatan senjata yang rapuh antara Washington dan Teheran sambil menunggu data indeks harga konsumen bulan Maret di AS yang akan dirilis pada hari Jumat. Menurut CNBC, harga emas naik 1,7% menjadi USD 4.796,50 per ons setelah mencapai level tertinggi dalam hampir tiga minggu sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS juga mengalami kenaikan tipis sebesar 1% menjadi USD 4.823,00. Pelemahan indeks dolar AS turut berperan dalam kenaikan harga emas karena membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, mengatakan bahwa meskipun melemahnya dolar telah membantu emas pulih, namun masih ada kehati-hatian di pasar dalam menafsirkan arti gencatan senjata tersebut. Kebahagiaan atas berita utama tentang gencatan senjata memberikan dorongan bagi harga emas, namun terdapat tanda-tanda keretakan yang membuat harga kembali dari level tertinggi baru-baru ini. Untuk informasi lebih lanjut, dapat dibaca di sumber berita terkait.


