Pemanfaatan kendaraan listrik di Indonesia tidak lagi terbatas pada lingkup perkotaan, tetapi mulai merambah sektor yang lebih menantang. JAC Motors Indonesia melihat peluang besar dengan menyasar industri berat seperti pertambangan dan perkebunan. COO JAC Motors Indonesia, Reggie Kurnia, mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini fokus pada kendaraan komersial, dengan sektor tambang dan logistik sebagai target utama karena membutuhkan operasional yang tinggi dan berulang setiap hari.
Kehadiran kendaraan listrik di sektor berat menandai sebuah langkah baru yang menantang, mengingat kondisi operasional yang ekstrem seperti medan berat, cuaca tidak menentu, dan kebutuhan daya tahan tinggi. Namun, JAC yakin bahwa teknologi yang dimilikinya mampu menjawab tantangan tersebut. Kendaraan listrik yang mereka tawarkan dapat digunakan di berbagai kondisi, termasuk jalan berlumpur dan tanjakan curam.
Fitur-fitur seperti berbagai mode berkendara yang disesuaikan dengan kondisi medan memberikan keunggulan tertentu bagi pengemudi. Di sektor perkebunan, penggunaan kendaraan listrik dinilai memungkinkan karena pola operasional yang relatif terukur. JAC juga menawarkan solusi pengisian daya yang bisa disesuaikan untuk mendukung operasional di lokasi terpencil.
Meski demikian, penggunaan kendaraan listrik di sektor berat tetap memerlukan penyesuaian, terutama dari sisi pelatihan pengemudi. Reggie menekankan pentingnya pemahaman pengemudi terhadap teknologi yang ada, terutama saat menghadapi kondisi ekstrem di lapangan. Dengan demikian, JAC Motors Indonesia berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mendukung pemanfaatan kendaraan listrik di sektor berat guna memperluas jangkauan dan manfaatnya.


