Lucinta Luna, yang kembali menggunakan nama Muhammad Fatah, tidak hanya berusaha kembali ke identitas aslinya sebagai laki-laki melalui perubahan penampilan, tetapi juga telah mulai mempersiapkan aspek-aspek yang berkaitan dengan akhir hidupnya. Dalam sebuah obrolan di podcast Butik Haji Igun, Lucinta dengan terbuka menjelaskan keinginannya terkait proses pemakaman nantinya dan menegaskan bahwa ia ingin diperlakukan sebagai laki-laki sepenuhnya ketika meninggal dunia. Hal ini menunjukkan bahwa keputusannya untuk kembali ke kodratnya bukan hanya berlaku dalam kehidupan sehari-hari, namun juga hingga akhir hayat. Lucinta juga menetapkan identitas yang ingin dikenang setelah meninggal, menolak penggunaan nama panggung dan nama perempuan yang secara hukum telah disahkan. Bagi Lucinta, nama asli adalah representasi jati diri yang ingin diwariskan hingga akhir. Keputusan ini dipengaruhi oleh proses batin yang dihadapi Lucinta setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan sorotan dan kontroversi, serta keinginannya untuk kembali pada identitas sesungguhnya. Fokusnya kini bukan hanya pada penampilan luar atau sensasi, melainkan pada pengembangan spiritual dan persiapan untuk kehidupan setelah dunia.


