Bitcoin semakin diakui sebagai aset krisis setelah menunjukkan kinerja yang kuat selama konflik AS-Iran pada Februari lalu. Harga Bitcoin naik sebanyak 7% dalam beberapa minggu pasca konflik, sementara harga emas turun sekitar 2% dan indeks Nasdaq 100 melemah 0,5%. Arthur Hayes, pendiri BitMEX, menyebut Bitcoin sebagai “emas digital” yang menunjukkan karakteristik baru. Analis dari Bernstein, Gautam Chhugani, juga mengamati ketangguhan pasar kripto saat ini di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kinerja Bitcoin yang solid ini semakin memperkuat argumen bahwa Bitcoin bisa menjadi aset lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian global, bahkan potensial menjadi alternatif bagi Taiwan dalam menghadapi risiko geopolitik di masa depan. Selain itu, pasar kripto ini juga dapat memberikan manfaat yang signifikan untuk berbagai pihak yang membutuhkan perlindungan aset di tengah turbulensi ekonomi global.


