Lonjakan harga bahan bakar global telah membuat konsumen otomotif di Australia mulai beralih ke mobil listrik atau electric vehicle (EV). Menurut laporan dari The Canberra Times, krisis bahan bakar yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah membuat harga BBM melonjak tajam di Australia, mencapai lebih dari 3 dolar Australia per liter. Akibatnya, banyak warga Australia kini memilih kendaraan listrik sebagai opsi yang lebih ekonomis.
Produsen mobil listrik seperti Tesla melihat peningkatan pesat dalam penjualan mobil listrik mereka di Australia. Tesla berhasil menjual lebih dari 3.400 unit mobil listrik selama bulan Maret 2026, menunjukkan peningkatan sebesar 23 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain Tesla, pabrikan lain seperti Polestar juga merasakan dampak positif dari peningkatan minat konsumen terhadap mobil listrik. Electric Vehicle Council mencatat penjualan mobil listrik meningkat 39,2 persen sepanjang kuartal pertama 2026.
Menurut Chief Executive Electric Vehicle Council, Julie Delvecchio, tren adopsi kendaraan listrik di Australia telah mencapai titik balik yang signifikan. Selain menawarkan manfaat lingkungan, beralih ke mobil listrik juga dianggap menguntungkan secara ekonomi bagi konsumen, dengan potensi penghematan hingga 3.000 dolar Australia per tahun dari biaya operasional. Pemerintah Australia juga didorong untuk menjaga insentif seperti pembebasan pajak fringe benefits guna mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.


