Pemerintah Indonesia sedang mempercepat upaya hilirisasi dalam sektor energi melalui pengembangan biodiesel berbasis sawit B50. Produksi biofuel ini ditargetkan mencapai 5,3 juta ton pada tahun 2026 sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan pada impor solar. Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong program bioetanol E20, yang merupakan campuran 20 persen etanol dalam bensin. Bahan baku untuk bioetanol ini berasal dari komoditas lokal seperti jagung, ubi, dan tebu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di dalam negeri. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyatakan harapannya bahwa Indonesia dapat menjadi pemain utama di dunia, terutama dalam sektor pangan dan energi.


