Bitcoin (BTC) dan kripto lainnya mengalami penurunan harga akibat ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah. Bitcoin, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, saat ini diperdagangkan pada level USD 66.966 atau sekitar Rp 1,13 miliar. Meskipun harga bitcoin stabil, namun tetap berada di bawah level pekan sebelumnya sekitar USD 71.000. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran mengenai pasokan minyak.
Analis kripto menyebut bahwa penurunan harga bitcoin juga dipengaruhi oleh situasi di sekitar Selat Hormuz yang memperburuk kekhawatiran inflasi. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus berlanjut, serta serangan Iran terhadap negara-negara Teluk seperti Kuwait dan Arab Saudi, membuat pasar kripto masih dalam ketakutan ekstrem. Diperkirakan harga kripto masih memiliki potensi untuk turun lebih rendah, dengan bitcoin berpotensi mencapai level USD 60.000.
Namun demikian, kepala Riet Bitrue menyatakan bahwa pasar kripto tetap bergejolak dan dipengaruhi oleh berita utama. Setiap penurunan ketegangan dalam konflik AS-Iran dan penurunan harga minyak dapat menyebabkan bitcoin kembali naik ke atas USD 70.000. Meskipun demikian, kondisi pasar kripto saat ini masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik yang dapat memicu fluktuasi harga lebih lanjut.


