Maskapai penerbangan sering menggunakan strategi lindung nilai untuk mengatasi fluktuasi harga bahan bakar, namun seringkali tidak efektif karena biasanya hanya melindungi harga minyak mentah daripada avtur. Menurut Patel, banyak maskapai di Asia tidak melakukan lindung nilai atau hanya melindungi harga minyak mentah, yang membuat mereka rentan terhadap lonjakan harga. Perlindungan harga ini juga memiliki batas waktu, dan jika konflik terus berlanjut, maskapai bisa mengalami kesulitan dalam menjaga operasional. Cathay Pacific mengakui bahwa lonjakan harga bahan bakar dapat mengganggu operasional mereka jika tidak segera diatasi. Richard Nuttall, Presiden Philippine Airlines, menyatakan bahwa pasokan avtur saat ini masih mencukupi beberapa bulan ke depan, namun setelah Mei hingga Juni, ketidakpastian mulai muncul. Semua pihak sudah mulai mencari sumber bahan bakar tambahan untuk mengantisipasi ketidakpastian yang akan datang.


