Thursday, April 23, 2026
HomeTeknoMisi NASA: Proyek Stasiun di Bulan Setelah ISS Pensiun 2030

Misi NASA: Proyek Stasiun di Bulan Setelah ISS Pensiun 2030

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi akan menonaktifkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada tahun 2030 mendatang. Setelah lebih dari dua dekade menjadi rumah bagi ratusan astronaut dari berbagai negara, ISS akan diarahkan untuk jatuh ke Samudra Pasifik. Keputusan ini diambil karena NASA berencana untuk membangun pangkalan permanen di bulan, dengan berakhirnya ISS menciptakan ketidakpastian terhadap pijakan AS di ruang angkasa yang lebih dekat dengan Bumi.

Stasiun ISS pertama kali diluncurkan pada tahun 1998 dan mulai dihuni secara permanen sejak 2000. Selama hampir tiga dekade beroperasi, ISS telah menjadi simbol kerja sama internasional yang ambisius di luar angkasa. Presiden AS, Donald Trump, telah menerbitkan perintah eksekutif pada tahun 2025 yang menegaskan prioritas luar angkasa AS untuk membangun pangkalan permanen di bulan melalui program Artemis pada tahun 2028.

Selain itu, Trump memerintahkan kemungkinan pemanfaatan tenaga nuklir di ruang angkasa dengan harapan reaktor nuklir bisa diluncurkan di permukaan bulan pada tahun 2030. Seiring dengan rencana ekspansi ke bulan, NASA telah diberi lampu hijau oleh Senat AS untuk membangun pangkalan permanen di bulan.

Namun, dengan berakhirnya ISS pada tahun 2030, NASA sedang berpacu dengan waktu dalam mengembangkan stasiun luar angkasa pengganti. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terkait posisi AS dalam perlombaan angkasa yang semakin intensif dengan China. Untuk mengantisipasi situasi ini, Senat AS sedang menyiapkan RUU agar AS bisa terus mendanai ISS hingga tahun 2032.

NASA didorong untuk merilis tawaran proposal dari perusahaan swasta yang berfokus pada desain stasiun ruang angkasa generasi berikutnya. Meskipun begitu, NASA belum memberikan tanggapan terhadap RUU yang diajukan Senat AS. Sebagai langkah transisi, NASA berkomitmen untuk mengalihkan operasi ISS ke komersial di orbit Bumi rendah untuk memastikan keberlanjutan kehadiran manusia di luar angkasa.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler