Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin berdampak luas, termasuk dalam sektor aset kripto. Salah satu penggunaan yang semakin populer adalah AI untuk memprediksi pergerakan harga aset digital. Meskipun menawarkan potensi manfaat besar, para pelaku industri memperingatkan bahwa AI dalam prediksi harga memiliki keterbatasan dan risiko yang perlu dipahami investor.
Menurut Upbit Indonesia, meskipun AI bisa membantu menganalisis pasar kripto dengan cepat, namun tidak bisa menggantikan pemahaman pasar dan keputusan investasi yang bijak. CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menekankan perlunya investor untuk tetap waspada, karena meskipun teknologi ini dapat memproses data besar dengan cepat, tetap memiliki keterbatasan dalam memprediksi harga yang akurat.
Dalam beberapa tahun terakhir, AI semakin banyak digunakan dalam analisis pasar kripto untuk mengolah data historis, volume transaksi, sentimen media sosial, dan berita global yang mempengaruhi pasar. Dengan kemampuan memproses data secara real-time, AI dapat membantu investor melihat dinamika pasar dengan lebih cepat. Berbagai platform telah mengembangkan model AI yang memberikan analisis tren dan rekomendasi berbasis data, mendorong investor untuk lebih memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga aset digital.


