Di tengah biaya digital yang mahal dan tekanan performa pemasaran, banyak brand masih mengandalkan pola lama dalam menghadapi hasil yang tidak sesuai dengan target. Mereka sering mengganti kampanye dengan visual baru, influencer yang berbeda, serta menambah kanal. Namun, pertumbuhan tidak selalu mengikuti perubahan tersebut. Menurut Co-Founder dan Chief Executive Officer Sepenuhati, Faiz Fashridjal, masalahnya bukan terletak pada kurangnya kreativitas, tetapi pada ketiadaan strategi relevansi yang konsisten.
Faiz menjelaskan bahwa digital telah mengubah perilaku manusia secara fundamental, sehingga yang perlu berubah bukan hanya cara brand berkomunikasi, melainkan juga cara brand berpikir. Temuan dari McKinsey & Company menunjukkan bahwa perusahaan dengan strategi brand yang kuat mampu menghasilkan ROI jangka panjang 20–30 persen lebih tinggi daripada perusahaan yang hanya fokus pada taktik jangka pendek. Hal ini membuat branding kembali menjadi prioritas bagi banyak perusahaan, terutama di tengah fluktuasi biaya media digital.
Sepenuhati berperan sebagai mitra strategis bagi klien, bukan hanya bekerja dalam pola ‘brief–campaign–selesai’. Mereka menemani klien sebagai growth partner. Contohnya adalah kolaborasi dengan ParagonCorp dalam membangun sistem komunikasi berkelanjutan untuk brand Wardah. Salah satu hasilnya adalah ekosistem House of W, ruang yang diciptakan oleh Wardah untuk menghubungkan Women, Wisdom, dan Wellness dalam satu pengalaman komunitas. Dengan membangun hubungan yang erat dengan komunitasnya, Wardah berhasil menjadi lifestyle partner yang relevan dalam keseharian konsumen.


