Kehadiran kendaraan listrik mulai menawarkan alternatif yang lebih efisien dalam hal biaya operasional kendaraan, terutama untuk perjalanan mudik jarak jauh. PT BYD Motor Indonesia menyebutkan bahwa mobil listrik memiliki potensi untuk memberikan penghematan signifikan dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional, terutama untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran. Efisiensi biaya menjadi salah satu alasan utama mengapa masyarakat semakin mempertimbangkan kendaraan listrik untuk perjalanan antarkota.
Sebagai contoh, PT BYD Motor Indonesia melakukan simulasi perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya dengan jarak sekitar 800 kilometer. Dalam perhitungan yang dilakukan, kendaraan konvensional diperkirakan akan membutuhkan sekitar 44,5 liter bahan bakar dengan biaya lebih dari Rp450.000. Di sisi lain, kendaraan listrik seperti BYD M6 hanya membutuhkan sekitar 100 kWh energi listrik dengan biaya perjalanan sekitar Rp263.000.
Potensi penghematan yang signifikan dari penggunaan kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh mencapai lebih dari 40 persen dibandingkan dengan mobil konvensional. Selain itu, pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia juga menunjukkan tren yang positif, dengan populasi kendaraan listrik mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, faktor biaya, performa kendaraan listrik, serta infrastruktur pendukung yang semakin berkembang turut mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik untuk perjalanan mudik.


