Pada Jumat malam, 13 Maret 2026, harga kripto terbesar, bitcoin (BTC), menguat dan mencapai USD 72.000, didorong oleh sejumlah sentimen positif seperti akumulasi ETF yang terus mengalir. Data dari coinmarketcap.com menunjukkan bahwa harga bitcoin naik 2,83% dalam 24 jam terakhir dan meroket 3,66% dalam seminggu terakhir, dengan harga saat ini mencapai USD 72.407,34 atau sekitar Rp 1,22 miliar.
Sementara itu, harga Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan, naik 3,13% dalam 24 jam terakhir dan 4,26% selama seminggu terakhir. Saat ini, harga Ethereum berada di posisi USD 2.130 atau sekitar Rp 36,11 juta. Menurut Panji Yudha dari Financial Expert Ajaib, bitcoin (BTC) tetap solid di atas level USD 70.000 sambil menunggu kejelasan kebijakan moneter dari Amerika Serikat (AS).
Yudha menyatakan bahwa pasar tengah menunggu perkembangan setelah data ekonomi terbaru menunjukkan rendahnya kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (the Fed) pada bulan Maret. Secara teknikal, BTC berada di atas MA-50, dengan potensi melakukan breakout menuju USD 73.000 hingga USD 76.000 jika berhasil, namun berpotensi turun ke bawah USD 69.000 jika gagal. Meskipun harga minyak mendekati USD 100/barel dan ketegangan AS-Iran masih menjadi perhatian, aliran dana institusi yang terus masuk tetap menjadi penopang utama yang menjaga BTC dari pelemahan yang signifikan.


