Rismon Sianipar meminta maaf kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait kontroversi ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Permintaan maaf tersebut disampaikan saat pertemuan mereka di Istana Wakil Presiden. Rismon menyatakan kesediaannya untuk menebus kegaduhan yang terjadi, baik oleh dirinya maupun pihak lain, kepada keluarga Gibran dan Jokowi. Mereka membahas keterbukaan keluarga Gibran terhadap penelitian atau kajian terkait masalah tersebut, meskipun harus dilakukan dengan jujur dan tanpa motif politik. Rismon juga berkomitmen untuk menyusun koreksi terhadap penelitiannya yang dianggap belum lengkap, termasuk dokumen dengan judul “Jokowi’s White Paper” dan “Gibran’s End Game.” Berita ini berhasil disampaikan melalui pertemuan bersama.


