Kakorlantas Polri telah mengungkapkan strategi untuk mencegah kemacetan di pelabuhan selama arus mudik Lebaran tahun 2026. Salah satu tindakan yang akan dilakukan adalah penerapan sistem penundaan untuk menghindari antrean kendaraan yang terlalu panjang menuju pelabuhan. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa strategi ini dirancang untuk menghadapi kemungkinan gangguan, terutama jika cuaca ekstrem terjadi yang dapat mengganggu proses penyeberangan kapal.
“Strategi penundaan ini terkait dengan penyeberangan di pelabuhan-pelabuhan seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, dan pelabuhan lain di luar Jawa,” kata Agus dalam konferensi pers Persiapan Mudik Lebaran. Ketika cuaca ekstrem terjadi dan pengaturan penyeberangan terganggu, maka akan terjadi penumpukan kendaraan dan antrean yang ekstrem.
Untuk mengatasi hal tersebut, Korlantas Polri bersama stakeholder terkait telah menyiapkan berbagai skenario penanganan, mulai dari situasi normal hingga kondisi darurat. Mereka telah merencanakan rencana darurat untuk mengatasi kemacetan dan antrean panjang di pelabuhan dengan manajemen rekayasa lalu lintas dan analisis kecelakaan lalu lintas.
Penting untuk memberikan perhatian khusus pada penyeberangan di pelabuhan, karena setiap keterlambatan dalam distribusi kendaraan dapat menyebabkan antrean yang panjang dan harus dikelola dengan baik. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama antara berbagai pihak terkait, diharapkan kemacetan di pelabuhan dapat diminimalkan selama arus mudik Lebaran tahun ini.


