Pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 18:00 WIB, pasar sepeda motor listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif meskipun subsidi motor listrik telah dihentikan oleh pemerintah pada tahun 2026. Subsidi kendaraan listrik sebelumnya merupakan bantuan langsung dari pemerintah untuk membuat harga kendaraan listrik lebih terjangkau bagi masyarakat. Namun, tren terbaru menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia mulai melihat nilai tambah dari kendaraan listrik roda dua selain dari insentif harga.
Pada tahun 2025, Indonesia memasuki fase transisi setelah subsidi sebesar Rp7 juta per unit untuk motor listrik dihentikan. Keputusan ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan industri terkait dampaknya terhadap minat beli konsumen dan volume penjualan. Namun, CEO Alva, Purbaja Pantja, menyatakan bahwa pasar kendaraan listrik telah menunjukkan performa yang baik dan ekosistemnya mulai menunjukkan kemandirian. Pertumbuhan ini didorong oleh kualitas produk dan daya tarik konsumen terhadap teknologi ramah lingkungan.
Meski insentif pembelian tidak lagi diberikan oleh pemerintah, Alva yakin bahwa tren positif ini akan berlanjut pada tahun 2026. Dukungan dari konsumen yang memahami manfaat kendaraan listrik, seperti efisiensi energi dan dampak lingkungan yang lebih rendah, dianggap sebagai kekuatan utama pasar ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sepeda motor listrik di Indonesia memiliki potensi yang cerah meskipun subsidi telah dihentikan.


