Thursday, April 16, 2026
HomeTeknoPrediksi Tanggal Idulfitri 20 atau 21 Maret 2023: Penjelasan Pakar BRIN

Prediksi Tanggal Idulfitri 20 atau 21 Maret 2023: Penjelasan Pakar BRIN

Idulfitri 1447 Hijriah akan memiliki perbedaan penentuan antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah. Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada tanggal 20 Maret berdasarkan metode hisab dengan pegangan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sementara itu, pemerintah akan menetapkan 1 Syawal melalui sidang isbat yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama pada tanggal 19 Maret. Namun, kemungkinan hilal belum terlihat saat sidang isbat diadakan. Berdasarkan penjelasan Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin, secara astronomi pada tanggal 19 Maret 2026 waktu Maghrib di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Oleh karena itu, diprediksi 1 Syawal akan jatuh pada 21 Maret 2026. Perbedaan kriteria yang digunakan oleh Muhammadiyah dan pemerintah, serta pemakaian Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang merujuk pada sistem global seperti yang dikembangkan di Turki, menjadi penyebab utama potensi perbedaan penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Idul Fitri di Indonesia. Analisis menggunakan aplikasi Hisab Astronomis yang dikembangkan oleh Dewan Hisab dan Rukyat Persatuan Islam (Persis) juga menunjukkan kemungkinan perbedaan penentuan Idul Fitri hingga tahun 2029 atau 1450 Hijriah akan terjadi. Perbedaan ini diperkirakan akan terus terjadi selama kriteria yang digunakan pemerintah dan Muhammadiyah tidak mengalami perubahan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler