Meningkatnya Dominasi Mobil Listrik Buatan China di Pasar Global
Pasar mobil listrik terus tumbuh dan semakin tak terbendung, terutama dengan dominasi mobil listrik buatan China di pasar global. Meskipun begitu, tidak semua negara dengan mudah menerima merek mobil listrik dari Negeri Tirai Bambu ini. Ada negara yang mengalami lonjakan drastis dalam pangsa pasar mobil listrik buatan China, sementara negara lain masih tertutup rapat.
Salah satu contoh ekstrem adalah Meksiko, di mana pada tahun 2025 sebanyak 89,9 persen mobil listrik yang terjual merupakan buatan China, meningkat tajam dari 28,3 persen pada tahun 2023. Lonjakan yang signifikan juga terlihat di Indonesia, di mana pangsa mobil listrik buatan China melonjak dari 3,2 persen pada tahun 2023 menjadi 61,6 persen pada tahun 2025. Begitu pula dengan negara-negara di Eropa seperti Inggris, Italia, Spanyol, Portugal, Australia, dan Israel yang semakin tergoda dengan mobil listrik China.
Di China sendiri, produksi mobil listrik terus meningkat dengan penjualan mobil listrik dalam negeri mencapai 7.968.936 unit pada tahun 2025. Meskipun begitu, Amerika Serikat masih menjadi satu-satunya negara yang kebal terhadap dominasi mobil listrik China dengan pangsa pasar yang sangat kecil.
Fenomena ini menggambarkan bahwa ekspansi mobil listrik China sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan keterbukaan pasar di setiap negara. Bagi konsumen di Indonesia, lonjakan produksi mobil listrik China bisa memberikan keuntungan dalam jangka pendek, namun persaingan di industri otomotif akan semakin ketat. Pasar dan kebijakan menjadi faktor utama dalam menentukan dominasi mobil listrik China di pasar global.


