Ray Dalio, seorang miliarder terkenal, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kurangnya privasi dalam transaksi Bitcoin, memperingatkan bahwa setiap transaksi dapat dipantau dan bahwa pengembangan komputasi kuantum bisa menjadi ancaman bagi jaringan tersebut. Pada bulan Juli, Dalio menyarankan untuk mengalokasikan 15% dari portofolio ke Bitcoin atau emas sebagai langkah untuk mengoptimalkan imbal hasil terhadap risiko terbaik. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap masalah utang Amerika Serikat dan pelemahan nilai mata uang yang terus berlangsung. Sejak Juli hingga awal Oktober, Bitcoin dan emas sama-sama menguat, namun pasar kripto kemudian mengalami penurunan besar yang menghapus hampir USD 20 miliar posisi leverage. Pergerakan harga Bitcoin dan emas pun mulai berbeda sejak awal Oktober, dengan Bitcoin mengalami penurunan lebih dari 45% dari level tertingginya menjadi USD 68.420 sementara harga emas terus menguat hingga melonjak lebih dari 30% mencapai level USD 5.120 dalam periode yang sama.
Ray Dalio juga mengingatkan para investor bahwa “Tatanan Dunia” yang dipimpin oleh Amerika Serikat selama hampir satu abad telah runtuh. Dia mendorong para investor untuk mencari cara baru untuk melindungi kekayaan mereka di tengah meningkatnya ketidakstabilan ekonomi dan konflik geopolitik. Dalio tetap meyakini bahwa aset penyimpan nilai, terutama emas, merupakan pilihan terbaik untuk melindungi kekayaan ketika nilai mata uang dan sistem kredit mengalami tekanan. Di sisi lain, aset berbasis utang dianggap lebih rentan dalam menghadapi ketidakpastian yang semakin meningkat.


