Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merasa optimis dengan manfaat kerja sama Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) khususnya bagi pekerja di sektor tekstil. Dalam perjanjian tersebut, AS setuju memberikan tarif impor nol persen untuk produk tekstil dan pakaian jadi asal Indonesia. Penandatanganan kerja sama ART pada Kamis (19/2/2026) ini menandai komitmen AS untuk mengenakan tarif impor nol persen melalui mekanisme tariff-rate quota (TRQ), yang akan diatur lebih lanjut secara teknis. Pembebasan tarif impor ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk tekstil Indonesia di pasar AS, dengan potensi peningkatan kapasitas produksi dan menjaga lapangan kerja di sektor tersebut. Airlangga menjelaskan bahwa manfaat ini akan dirasakan oleh 4 juta pekerja dalam sektor tekstil, yang berimplikasi besar bagi 20 juta masyarakat Indonesia. Dengan kebijakan ini, diharapkan industri tekstil dan pakaian jadi Indonesia dapat lebih masuk ke pasar AS yang ukurannya 28 kali lebih besar daripada pasar domestik. Langkah ini diharapkan dapat menggairahkan ekspor produk tekstil hingga 10 kali lipat dalam 10 tahun ke depan.


