Friday, March 13, 2026
HomeLifestylePenyebab Kalap Saat Buka Puasa dan Naiknya Berat Badan

Penyebab Kalap Saat Buka Puasa dan Naiknya Berat Badan

Menyambut waktu azan maghrib selama bulan Ramadan menjadi momen yang sangat dinanti-nanti. Setelah seharian penuh menahan lapar, saatnya untuk menikmati berbagai hidangan yang tersedia di meja. Namun, seringkali kita menemukan diri kita makan dalam porsi yang besar saat berbuka puasa, terutama di awal Ramadan.

Sebenarnya, mengapa kita sering kali kelebihan makan setelah berpuasa? Menurut penelitian yang dilaporkan oleh laman Gulfnews, hal ini berkaitan dengan hormon lapar yang disebut ghrelin. Setelah berjam-jam menjalani puasa, hormon ghrelin meningkat dan kadar gula darah menurun, sehingga rasa lapar menjadi sangat kuat ketika waktu berbuka.

Terlebih lagi, makanan berbuka puasa seringkali mengandung makanan berat, digoreng, dan manis. Hal ini membuat kita cenderung makan berlebihan. Kecepatan kita makan setelah berpuasa juga memengaruhi sinyal kenyang dari tubuh, yang mengakibatkan kita sering makan lebih banyak sebelum otak menyadari bahwa kita sudah kenyang.

Perubahan fisiologis di tubuh juga turut berperan. Saat berpuasa, tubuh menggunakan glukosa cadangan dan beralih ke lemak sebagai sumber energi. Saat kadar gula darah turun, hormon ghrelin meningkat dan nafsu makan pun bertambah. Respons biologis ini sering kali membuat kita menginginkan makanan manis dan berlemak saat berbuka puasa, karena tubuh ingin segera mendapatkan energi.

Singkatnya, tubuh kita cenderung ingin langsung menyantap makanan seperti camilan gorengan dan hidangan manis setelah berpuasa. Ditambah suasana emosional saat berkumpul dengan keluarga, hidangan meriah, dan harapan akan adanya banyak makanan, semuanya menjadi kombinasi sempurna untuk makan berlebihan.

Namun, bagaimana cara kita untuk memutus siklus makan berlebihan ini tanpa kehilangan kenikmatan saat berbuka puasa? Jaseera menjelaskan bahwa cara kita membatalkan puasa sebenarnya lebih penting daripada seberapa banyak kita makan. Mulailah secara perlahan dengan air dan 1-2 kurma, kemudian lanjutkan dengan makanan ringan seperti sup atau buah. Memberikan jeda 10-15 menit sebelum makan hidangan utama, makan perlahan, serta mengunyah dengan benar adalah langkah-langkah yang membantu hormon kenyang aktif dan mencegah makan berlebihan.

Jika dilakukan dengan tepat, jeda singkat ini penting untuk memberikan tubuh waktu untuk menstabilkan gula darah dan memberi kesempatan otak untuk menyadari rasa kenyang. Dengan demikian, kita dapat menikmati hidangan berbuka puasa tanpa kelebihan makan dan menjaga kesehatan tubuh selama bulan Ramadan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler