Harga emas mengalami penurunan ke level terendah dalam hampir satu pekan terakhir, dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan kekuatan. Penurunan ini membuat harapan akan pemangkasan suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dalam waktu dekat teredam. Harga emas turun di bawah USD 5.000 per ons, mencatat penurunan sebesar 3,2% menjadi USD 4.915,74 per ons. Sedangkan harga emas batangan juga merosot ke level terendah sejak 6 Februari di awal sesi. Harga emas AS untuk pengiriman juga turun 3,2% menjadi USD 4.935,70 per ons.
Analis Pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menjelaskan bahwa banyak orang menempatkan stop loss mereka di bawah USD 5.000 atau di atas level USD 5.100 untuk menjaga posisi stop loss mereka. Seiring dengan penurunan harga, stop loss terpicu di bawah level USD 5.000, mengakibatkan efek berantai yang membuat harga anjlok dalam waktu singkat. Data terbaru menunjukkan bahwa pasar kerja AS memulai tahun 2026 dengan lebih kuat dari perkiraan, memperkuat pandangan bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan untuk jangka waktu yang lebih lama. Artikel mengenai Harga Emas Jatuh ke Level Terendah Hari Ini 13 Februari 2026, Harga Perak Ikut Merosot menarik perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Terdapat tiga artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Sabtu, (14/2/2026).


