PT Asuransi BRI Life berhasil mencatat pertumbuhan bisnis yang signifikan pada akhir tahun 2025. Laba perusahaan meningkat sebesar 25,4% dari Rp 760,4 miliar di tahun sebelumnya menjadi Rp 954 miliar. Selain itu, pencapaian Annualized Premium Equivalent (APE) juga mengalami kenaikan sebesar 1,4% menjadi Rp 3,32 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan juga berhasil mencatat angka Risk Based Capital (RBC) sebesar 742% di tahun 2025, menunjukkan stabilitas keuangan BRI Life dalam menghadapi risiko. Direktur BRI Life, Sutadi, menyatakan bahwa kesuksesan pertumbuhan bisnis tersebut didukung oleh strategi yang tepat dalam melayani pelanggan dan menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi bisnis.
Tahun 2026, BRI Life akan terus fokus pada peningkatan layanan perlindungan asuransi jiwa yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan setiap segmen, pengembangan produk baru, dan peningkatan kualitas produk eksisting untuk segmen prioritas dan mikro. Komisaris Utama BRI Life, M. Syafri Rozi, menegaskan bahwa perusahaan akan terus berupaya mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui inovasi produk, digitalisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, BRI Life juga akan terus mematuhi standar regulasi yang berlaku serta meningkatkan kerjasama dengan perbankan dan sektor lain untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dengan semangat kerja yang tinggi dan komitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah, BRI Life optimis dapat terus berkembang di industri asuransi.


