Menurut laporan terbaru dari State of Scams in Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Global Anti-Scam Alliance (GASA), banyak masyarakat Indonesia telah menjadi korban atau hampir jadi korban dari upaya penipuan online. Bahkan, lebih dari sepertiga dari mereka telah menjadi korban dalam 12 bulan terakhir, dengan setiap korban mengalami rata-rata penipuan sebanyak 2,2 kali. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) juga mencatat bahwa sejak didirikan pada November 2024 hingga Januari 2026, telah terjadi banyak pengaduan penipuan dengan kerugian mencapai triliunan rupiah.
Untuk melindungi pelanggan dari upaya penipuan online, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) telah memperkenalkan fitur yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi panggilan, pesan, dan tautan berisiko spam atau penipuan. Dikembangkan bersama Tanla melalui platform Wisely AI, fitur perlindungan ini bertujuan untuk menyaring ancaman siber sebelum mencapai pelanggan. Direktur Utama dan CEO Indosat, Vikram Sinha, menjelaskan bahwa sebagian besar ancaman berasal dari penipuan OTP, phishing, dan undian palsu melalui SMS dan panggilan suara.
Data internal Indosat menunjukkan bahwa aktivitas mencurigakan cenderung meningkat menjelang hari-hari besar, musim belanja online, dan saat pencairan bantuan sosial. Sejak diluncurkan enam bulan yang lalu, lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan fitur perlindungan tersebut dan mencatatkan lebih dari 124 ribu nomor yang digunakan untuk penipuan online. Fitur perlindungan ini hadir dalam bentuk SATSPAM untuk pelanggan IM3 dan TRI AI: Anti-Spam/Scam untuk pelanggan Tri.
Dengan fitur auto blokir SMS penipuan, deteksi panggilan berisiko VoIP, dan notifikasi panggilan berdasarkan tingkat risiko, pelanggan kini lebih terlindungi. Melalui aplikasi dan integrasi perlindungan Plus+ di myIM3 dan bima+, pelanggan dapat melihat ringkasan aktivitas mencurigakan. Vikram Sinha juga menegaskan bahwa modus kejahatan digital semakin beragam dan mengancam banyak orang di Indonesia. Selain itu, informasi terbaru dari CEO AI menunjukkan bahwa efek revolusi AI akan merubah pendidikan dan dunia kerja secara drastis. Langkah apa yang perlu diambil untuk menghadapi era pasca-kerja ini? Temukan jawabannya di sini!


