Ketika Ramadhan tiba, Saudi menampilkan sisi lain dari keindahannya. Melalui kampanye global berjudul “Embrace the Radiance of Ramadan Lights,” Saudi, Welcome to Arabia—merek konsumen dari Saudi Tourism Authority (STA)—mengundang para wisatawan untuk merasakan pengalaman perjalanan yang lebih mendalam pada awal tahun 2026.
Bagi para pelancong, termasuk dari Indonesia, Ramadhan di Saudi memberikan pengalaman unik. Suasana siang yang tenang dan reflektif, serta malam yang penuh cahaya dan tradisi, menciptakan momen yang tidak hanya sekadar perjalanan fisik melainkan juga perjalanan spiritual dan budaya yang mendalam. Destinasi seperti The Red Sea dan AlUla menarik perhatian para wisatawan dengan keunikan masing-masing.
The Red Sea menawarkan lanskap pesisir yang tenang dengan desain arsitektur kontemporer yang menyatu dengan alam, sementara AlUla memberikan pengalaman yang berbeda dengan formasi batuan purba dan lanskap gurun yang dramatis. Kota-kota utama seperti Riyadh, Jeddah, dan Diriyah juga turut memperdalam nuansa Ramadhan dengan aktivitas unik seperti pasar malam, tenda-tenda Ramadhan, dan kuliner khas Ramadhan.
Bagi wisatawan Indonesia, pengalaman ini tidak hanya terasa asing tetapi juga akrab. Tradisi berbuka bersama, atmosfer malam yang penuh makna, dan nilai-nilai kebersamaan menjadi penghubung antara budaya Saudi dan Indonesia selama Ramadhan. Semua konteks perjalanan ini terjadi di tengah peningkatan minat global terhadap Saudi sebagai destinasi wisata yang semakin diminati. Saudi semakin dikenal sebagai tujuan internasional yang menarik perhatian dengan lebih dari 122 juta kunjungan wisatawan selama 2025.


