Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima RI, menyuarakan harapan untuk masa depan dunia yang lebih baik. Dalam sebuah diskusi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Megawati menekankan perlunya upaya kolektif yang lebih besar untuk memastikan keselamatan generasi mendatang. Dia menegaskan perlunya perencanaan yang serius untuk masa depan dunia mulai dari saat ini.
Salah satu topik yang dibahas dalam diskusi global tersebut adalah perkembangan pesat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Megawati mengakui manfaat teknologi tersebut namun juga menyuarakan kekhawatiran akan kekurangan hukum yang bisa melindungi kemanusiaan.
Ia menyatakan bahwa tanpa perlindungan yang cukup, AI bisa menjadi ancaman serius bagi kemanusiaan. Contohnya adalah berkembangnya deepfake, di mana teknologi dapat dengan mudah memanipulasi visual dan suara seseorang. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa yang seharusnya bertanggung jawab jika teknologi tersebut disalahgunakan.
Megawati menekankan perlunya hukum yang kuat dan jelas untuk mengatur perkembangan teknologi AI agar tidak merugikan manusia. Sebagai Ketua Umum DPP PDIP, ia memperjuangkan perlindungan yang lebih baik terhadap teknologi AI demi keamanan dan kemanusiaan.


