Pasar smartphone global mencatat peningkatan angka pengapalan sebesar 2 persen secara tahunan menjadi 1,25 miliar unit. Dalam persaingan ketat di pasar, Apple dan Samsung berhasil menduduki peringkat teratas, sementara Oppo menempati posisi kelima. Dari data yang diungkapkan oleh firma riset Omdia, hampir semua wilayah mencatat pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, kecuali China yang mengalami penurunan tipis akibat redupnya efek subsidi nasional pada awal tahun 2025.
Permintaan dari konsumen untuk melakukan upgrade atau penggantian perangkat lama tetap menjadi pendorong utama pasar, meskipun ketidakpastian masih menghantui bisnis global. Pada kuartal IV 2025, pasar smartphone bahkan tumbuh 4 persen tahunan, didukung oleh faktor musiman dan kinerja kuat dari para vendor.
Namun, Omdia memperingatkan adanya tekanan baru pada 2026, yakni kenaikan biaya komponen utama seperti memori. Kenaikan harga komponen tersebut mulai memengaruhi ekspektasi pertumbuhan volume di awal tahun depan. Pada tahun 2025, Apple kembali meraih posisi sebagai vendor smartphone terbesar di dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut. Pengiriman iPhone meningkat 7 persen menjadi 240,6 juta unit, mencatat volume tahunan tertinggi dalam sejarah Apple.
Samsung juga mengalami kebangkitan signifikan setelah mengalami penurunan tahunan selama tiga tahun berturut-turut. Dengan pertumbuhan 7 persen tahunan, Samsung mencatat total pengapalan sebesar 239,1 juta unit, yang hanya sedikit kalah dari Apple. Kinerja kuat Samsung terutama terlihat pada kuartal IV, dengan pertumbuhan pengiriman mencapai 16 persen tahunan.
Di luar lima besar, ada beberapa merek yang mencatat kinerja positif seperti Honor, Lenovo, dan Nothing. Tantangan besar di 2026 terutama terkait dengan tekanan pasokan pada komponen dan semikonduktor yang berpotensi menekan margin, memicu penyesuaian harga, dan melemahkan permintaan konsumen. Vendor dengan skala kecil dan porsi besar di segmen low-end dinilai paling rentan.
Kesimpulannya, para vendor perlu fokus pada profitabilitas dan sumber pendapatan alternatif di tengah tekanan pasar yang terus berlanjut. Memahami apa yang diinginkan konsumen dan bagaimana serta mengapa mereka membeli perangkat merupakan kunci sukses ke depan dalam industri smartphone global.


