Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan dukungan terhadap strategi perbaikan pasar modal yang digagas oleh pemerintah. Ia menegaskan perlunya kerja sama dari semua sektor terkait. Gejolak yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai dampak dari evaluasi dan peringatan MSCI dianggap sebagai momentum penting dalam upaya perbaikan. Luhut juga menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah perbaikan yang telah diumumkan oleh Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI.
Salah satu langkah yang akan diambil pemerintah adalah revisi dan penguatan ketentuan terkait kewajiban pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) bagi emiten utama, dilengkapi dengan mekanisme verifikasi dan sanksi yang tegas. Tujuan dari transparansi ini adalah agar investor dapat mengetahui pemilik manfaat akhir, serta mencegah praktik-praktik yang merugikan dan memperkuat kepercayaan terhadap integritas pasar modal.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong peningkatan free float saham emiten besar untuk meningkatkan likuiditas dan kualitas price discovery. Ambang minimum free float akan ditingkatkan secara bertahap menjadi 15% dari sekitar 7,5% saat ini melalui peta jalan yang telah ditetapkan. Luhut menekankan pentingnya kebijakan ini sebagai bagian dari paket reformasi untuk menjamin transparansi dan keadilan, sehingga peningkatan free float dapat direspon secara sehat oleh pasar berdasarkan valuasi yang transparan dan akurat yang mencerminkan fundamental bisnis serta mengurangi risiko distorsi harga.


