Wednesday, February 11, 2026
HomeLifestylePenyakit Radang Usus di Indonesia: Jumlah Pasien Meningkat

Penyakit Radang Usus di Indonesia: Jumlah Pasien Meningkat

Perkembangan Kasus Penyakit Radang Usus di Indonesia
Kasus Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau penyakit radang usus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan secara global, termasuk di Indonesia. Sayangnya, peningkatan angka kasus ini belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat dan kewaspadaan klinis yang memadai. Akibatnya, tidak sedikit pasien baru datang berobat ketika kondisi penyakit sudah berada pada fase lanjut, sehingga berisiko mengalami komplikasi serius yang berdampak pada kualitas hidup jangka panjang.

IBD merupakan kelompok penyakit inflamasi kronis pada saluran pencernaan yang utamanya mencakup Crohn’s disease dan ulcerative colitis. Penyakit ini ditandai dengan peradangan berkepanjangan yang dapat menyerang lapisan usus dan menyebabkan gejala seperti diare kronis, nyeri perut, perdarahan saluran cerna, penurunan berat badan, hingga kelelahan. IBD bersifat kompleks dan progresif, dengan perjalanan penyakit yang dapat berulang (relaps) dan remisi. Tanpa penanganan yang tepat, IBD dapat memicu komplikasi serius seperti penyempitan usus, fistula, hingga peningkatan risiko kanker usus besar.

Untuk mengatasi tantangan dalam penanganan IBD, RS Abdi Waluyo telah menginisiasi forum ilmiah bertajuk IBD Update 2026: Updates on Diagnosis and Management of Inflammatory Bowel Disease. Kegiatan ini bekerja sama dengan Asian Education Network in IBD (AEN-IBD) dan Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia (PGI). Dalam forum tersebut, para pakar menekankan pentingnya pendekatan treat-to-target untuk mencapai target terapi yang jelas, seperti remisi klinis dan penyembuhan mukosa.

RS Abdi Waluyo juga menegaskan komitmennya untuk berada di garda terdepan dalam penanganan IBD di Indonesia dengan mengembangkan IBD Center sebagai pusat layanan IBD pertama di Tanah Air. Pemanfaatan teknologi diagnostik modern seperti Intestinal Ultrasound (IUS) juga menjadi salah satu cara untuk memantau kondisi usus secara non-invasif dan nyaman bagi pasien.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler