Proyek baterai kendaraan listrik senilai USD 6 miliar atau sekitar Rp 100 triliun akan kembali dilaksanakan setelah konsorsium HYD menggantikan LG di proyek tersebut. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan penandatanganan Kerangka Kerja Sama Antara PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Industri Baterai Indonesia (IBI), dan konsorsium HYD sebagai langkah awal proyek tersebut. Proyek ini akan melibatkan pembangunan Procursor Cathode Battery Cell dengan kapasitas awal 20 gigawatt, dan dilakukan oleh HYD Investment Limited, konsorsium antara Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk. Groundbreaking proyek ini direncanakan akan dilakukan pada semester pertama tahun 2026 sesuai arahan Presiden. Melalui langkah-langkah ini, proyek baterai kendaraan listrik diharapkan akan segera berjalan kembali.


