Harga Perak Diprediksi Akan Volatil, Bank of America dan Citi Menyampaikan Analisis
Berdasarkan perkiraan dari Bank of America, masa mendatang diprediksi akan menghadapi volatilitas yang tinggi dengan risiko penurunan tajam pada harga perak. Menurut Widmer dari Bank of America, secara fundamental, arus masuk dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) dapat mendukung target harga perak mencapai USD 170. Sementara itu, Citi juga ikut meningkatkan perkiraan harga perak jangka pendek menjadi USD 150 per ounce, naik dari sebelumnya USD 100.
Analisis dari Kitco juga menyebutkan bahwa kenaikan harga perak lebih dari 200% year-over-year (YoY) telah mendorong rasio emas dan perak ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Analis HSBC menyarankan investor perak untuk mulai mengambil keuntungan. “Setelah kenaikan harga perak lebih dari 200% YoY, Anda mungkin bertanya-tanya apakah sudah saatnya untuk menjual perak,” tulis analis HSBC.
Meskipun harga emas turut naik, rasio emas dan perak telah mengalami perubahan signifikan dari yang tinggi menjadi yang rendah. Analis juga memperingatkan bahwa meskipun tidak mungkin perak akan menjadi aset safe-haven baru, namun kemungkinan besar investor akan mulai beralih ke perak saat memburu emas dan momentum permintaan dari industri juga meningkat. Dengan demikian, perak diprediksi akan tetap menjadi topik yang menarik untuk diikuti dalam waktu dekat.


