Jumlah trader kripto di Korea Selatan telah mengalami lonjakan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir, menandai pergeseran dari minat terbatas menjadi partisipasi arus utama dalam sistem keuangan negara tersebut. Data resmi dari Financial Supervisory Service (FSS) menunjukkan peningkatan sebesar 70,3% dalam jumlah pengguna aset kripto. Menurut laporan FSS kepada anggota parlemen Lee Heon-seung, jumlah trader kripto telah meningkat dari 5,82 juta orang pada tahun 2023 menjadi 9,91 juta orang pada tahun 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa hampir satu dari lima orang dewasa di Korea Selatan kini memiliki atau aktif berdagang aset kripto.
Lonjakan ini merupakan dampak dari tren global yang juga terjadi di Korea Selatan, sebuah negara dengan tingkat adopsi teknologi dan literasi keuangan yang tinggi. Tidak hanya itu, pertumbuhan tersebut terjadi secara konsisten setiap tahun, menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital bukan bersifat sementara melainkan berkembang secara struktural. Faktor-faktor seperti regulasi yang semakin matang, peningkatan keamanan bursa, dan kemudahan proses pendaftaran pengguna juga turut mendorong pertumbuhan ini.
Selain itu, meningkatnya minat dari institusi dan ragam produk kripto telah memperkuat legitimasi aset digital di mata investor ritel. Meskipun demikian, diperlukan kewaspadaan dan analisis mendalam sebelum terlibat dalam investasi kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil pembaca.


