Truk listrik dan hybrid saat ini semakin umum terlihat di jalan raya, terutama di negara-negara dengan sektor logistik besar. Perubahan ini tidak datang secara tiba-tiba, namun merupakan hasil dari kebutuhan efisiensi dan tekanan regulasi yang semakin ketat terhadap emisi. China menjadi contoh yang mencolok dalam hal ini, dimana penjualan truk kerja berteknologi listrik dan hybrid melonjak pesat sepanjang tahun 2025. Lonjakan ini tidak hanya terjadi secara tahunan, namun juga tercatat pada bulan Desember 2025 dimana lebih dari separuh pasar truk berat didominasi oleh truk listrik dan hybrid baru.
Penggunaan truk listrik untuk operasional logistik harian mulai meningkat, terutama untuk rute jarak menengah dan panjang. Kebijakan pemerintah, seperti penghapusan subsidi tukar tambah kendaraan niaga dan antisipasi pajak baru, mendorong perusahaan untuk mempercepat pembaruan armada ke truk listrik, selain faktor ekonomi yang menunjukkan total biaya kepemilikan truk listrik lebih rendah dalam jangka panjang. Infrastruktur pengisian daya cepat serta sistem penukaran baterai juga terus berkembang untuk mendukung operasional tanpa henti. Pasar truk listrik menunjukkan tanda-tanda kedewasaan dan semakin didominasi oleh produsen besar.
Dengan demikian, truk listrik dan hybrid tidak lagi dianggap sebagai ceruk kecil dalam industri angkutan, melainkan menjadi bagian utama yang menandakan transformasi besar dalam sektor logistik dan transportasi.


