Kematian selebgram Lula Lahfah telah meninggalkan rasa duka yang mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Meskipun dikenal sebagai sosok yang mandiri dan ceria di depan publik, Lula sebenarnya menjalani perjuangan yang sangat berat melawan penyakit yang tidak pernah ia ceritakan secara terbuka kepada keluarganya. Sang ayah, M. Feroz, baru mengetahui betapa Lula memendam rasa sakitnya demi menjaga perasaan orangtuanya, dan hal ini menjadi penyesalan terbesar baginya.
Di tengah suasana pemakaman yang penuh haru di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Feroz mengenang Lula sebagai anak yang berbakti dan penuh empati terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia mencatat bahwa putrinya selalu berusaha tampil kuat, meskipun sesungguhnya sedang berjuang menghadapi kondisi kesehatan yang serius. Lula didiagnosis dengan komplikasi penyakit asam lambung (GERD) yang disertai pembengkakan usus, yang sering kambuh dan membuatnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Meski mengalami penderitaan, Lula memilih untuk tidak memberitahu keluarganya dan hanya mengeluh kepada teman-teman terdekatnya. Keluarga dengan berat hati menerima kepergian Lula dan memilih untuk ikhlas. Mereka merasa terpukul namun tetap menyimpan rasa sayang yang mendalam untuk almarhumah. Sebelum kepergiannya, Lula mengundang seluruh anggota keluarganya untuk makan bersama di rumahnya sekitar seminggu sebelum meninggal dunia, tanpa alasan yang jelas.
Kenyataan ini tentu menjadi pukulan yang berat bagi keluarga dan orang-orang terdekat Lula Lahfah. Meskipun begitu, mereka berusaha menerima kenyataan dan menjaga kenangan terakhir bersama sang selebgram yang telah pergi. Yang pasti, kepergian Lula Lahfah menjadi kehilangan yang sangat dirasakan bagi semua pihak yang mengenalinya.


