Di tengah krisis iklim yang semakin mendesak, Kanada memilih untuk fokus pada pembangunan generasi tenaga kerja hijau melalui pendidikan dan industri hijau. Green jobs di Kanada telah menjadi fondasi ekonomi baru yang tidak hanya menanggapi tantangan perubahan iklim tetapi juga menciptakan peluang pekerjaan baru di masa depan.
Beberapa perguruan tinggi di Kanada telah memasukkan matapelajaran terkait pekerjaan hijau dalam kurikulum mereka. Salah satunya adalah British Columbia Institute of Technology (BCIT) yang tidak hanya memberikan pemahaman teoretis tetapi juga praktis terkait industri hijau. BCIT bahkan mendirikan Zero Emission Building Learning Centre sebagai respon terhadap regulasi pemerintah yang menuntut bangunan baru menjadi “net zero ready” pada tahun 2032.
Pendidikan hijau di BCIT difokuskan pada riset dan pelatihan untuk membantu industri konstruksi dalam bertransisi ke bangunan net zero. Hal ini tercermin dalam proyek konstruksi bangunan asrama di BCIT yang menggunakan teknologi kayu laminasi silang sebagai alternatif ramah lingkungan.
Selain BCIT, University of British Columbia (UBC) juga memiliki program magister Clean Energy Engineering yang diakui secara global. Program ini membuka peluang karier lintas sektor bagi para lulusannya, dari perusahaan desain hingga badan regulasi dan pemerintah.
Dengan pertumbuhan sektor konstruksi hijau yang mencapai 8% setiap tahun di Kanada, pendidikan hijau menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ini. Dukungan dari industri hijau seperti Quadrogen dan Svante Technologies juga menjadi bukti bahwa investasi pada energi terbarukan dan material ramah lingkungan bisa menciptakan lapangan kerja baru.
Inspirasi dari model pendidikan hijau Kanada juga bisa dipetik oleh Indonesia. Dengan regulasi pemerintah yang mendukung transisi energi, pendidikan kampus yang berfokus pada kurikulum hijau, dan dukungan dari industri hijau, Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan ekosistem hijau yang berkelanjutan.
Melalui pendidikan dan industri hijau yang sejalan, Kanada menunjukkan bahwa investasi pada tenaga kerja yang ramah lingkungan akan membawa hasil positif dalam menghadapi tantangan iklim global. Indonesia juga memiliki potensi untuk mengikuti jejak ini dan menjadi pemimpin dalam ekonomi hijau di masa depan.


