PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tidak terpengaruh oleh kondisi overcapacity dan perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang tahun 2025. Dalam SIG Infrastructure Summit bertema Bangga Bangun Indonesia, perusahaan tersebut mengungkapkan strategi untuk menghadapi persaingan industri yang ketat. Meskipun masih dihadapkan pada tantangan overcapacity dan tingkat utilisasi yang belum optimal, penjualan semen nasional diperkirakan masih dapat tumbuh sekitar 2,5% pada 2026. SIG fokus pada inovasi dan penguatan nilai tambah, serta memprioritaskan solusi konstruksi berkelanjutan.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menegaskan bahwa perusahaan terus bertransformasi untuk memberikan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang dinamis. SIG juga berupaya mendekatkan diri dengan pelanggan di berbagai daerah serta meningkatkan tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dan efisien. Melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi, SIG menjadi mitra strategis bagi pelanggan dengan komitmen untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang. Dicky Saelan menekankan pentingnya tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang.


