Kritik terhadap Presiden Donald Trump tidak hanya datang dari Partai Republik, tetapi juga dari Senator Demokrat Elizabeth Warren. Warren menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap langkah Trump yang dianggap berusaha mengendalikan Federal Reserve demi kepentingan politik dan ekonomi kelompok tertentu. Menurut Warren, tindakan Trump menyalahgunakan wewenang Departemen Kehakiman seolah-olah menjadi seorang calon diktator, yang kemudian mempengaruhi keputusan Federal Reserve bersama dengan rekan-rekan miliardernya. Senator Warren menegaskan bahwa Komite dan Senat seharusnya tidak meneruskan proses pengangkatan calon apapun dari Trump untuk posisi Ketua Federal Reserve.
Meskipun masa jabatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan segera berakhir, secara teknis ia masih berpeluang untuk tetap bertahan sebagai Gubernur Federal Reserve hingga tahun 2028. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Powell akan memilih untuk tetap menjabat atau mengundurkan diri sepenuhnya. Sementara itu, pemerintahan Trump dilaporkan telah merampingkan daftar kandidat untuk mengisi posisi Ketua Federal Reserve menjadi lima nama. Trump bahkan mengumumkan rencananya untuk mengajukan calon baru dalam waktu dekat.
Ketidakpastian dalam proses pengisian posisi Ketua Federal Reserve ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Kemandirian Federal Reserve merupakan salah satu pilar penting dalam stabilitas kebijakan moneter serta kepercayaan investor global. Apabila konflik politik terus berlanjut, tidak dapat dihindari bahwa akan muncul tekanan terhadap pasar keuangan dan arah suku bunga AS.


