Standard Chartered, bank multinasional asal Inggris, berencana untuk memperkenalkan layanan pialang utama untuk perdagangan kripto. Langkah ini diambil sebagai bagian dari unit modal ventura bank tersebut, SC Ventures. Dilansir dari Yahoo Finance melalui laporan Bloomberg, Standard Chartered didirikan pada tahun 1853 dan merupakan hasil merger antara Chartered Bank of India, Australia, dan China dengan Standard Bank of British South Africa pada tahun 1969.
Pada bulan Juli 2025, Standard Chartered menjadi bank penting secara global dengan peluncuran perdagangan spot untuk bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) melalui cabang Inggris. Bank ini juga menyediakan solusi transaksi aset digital, kustodian, dan tokenisasi untuk klien institusional. Melalui unit inovatifnya, SC Ventures, Standard Chartered mendukung platform perdagangan kripto institusional seperti Zodia Markets dan Zodia Custody.
Perkembangan terbaru ini juga beriringan dengan minat besar dari bank-bank lain seperti JPMorgan Chase dan Bank of America yang mulai melirik layanan perdagangan kripto. Bahkan, perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, BlackRock, telah mulai mengelola dana diperdagangkan di bursa untuk BTC dan ETH spot terbesar. Dilaporkan juga bahwa Morgan Stanley telah mengajukan permohonan kepada SEC untuk meluncurkan ETF kripto.
Melalui langkah-langkah ini, industri perdagangan kripto semakin menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan dan penerimaan yang positif dari pelaku pasar tradisional. Kehadiran bank-bank besar dalam ruang kripto semakin mengukuhkan posisi mata uang digital sebagai aset yang mendapat perhatian serius di pasar keuangan global.


