Realme kembali menjadi sub-brand dari OPPO setelah pengumuman dari media China, Leifeng.com, yang mengutip sumber internal OPPO. Dalam struktur baru ini, OPPO akan menjadi brand utama dengan Realme dan OnePlus berperan sebagai sub-brand. Realme tetap akan menjalankan strategi pemasarannya sendiri dan CEO Realme, Sky Li, akan tetap memimpin perusahaan di bawah naungan OPPO.
Tujuan dari penyusunan ulang ini adalah untuk memperkuat kerja sama internal antar brand, serta membuat pengelolaan sumber daya menjadi lebih efisien. OPPO juga berharap dapat memaksimalkan ekspansi global dengan struktur yang lebih terkoordinasi.
Bagi pengguna Realme, perubahan ini tidak akan berdampak pada rencana produk yang sudah dijadwalkan. Semua smartphone yang direncanakan tetap akan diluncurkan sesuai jadwal. Realme juga akan masuk ke dalam sistem layanan purna jual Oppo yang memiliki lebih dari 5.000 toko fisik di China.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi baik dari OPPO maupun Realme terkait laporan ini, kita masih harus menunggu kabar selanjutnya untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Realme bukanlah nama baru di bawah OPPO, brand ini pertama kali diluncurkan sebagai sub-brand Oppo pada 2018 sebelum akhirnya berdiri sendiri pada tahun yang sama. Seiring dengan restrukturisasi yang dilakukan oleh BBK Electronics pada 2023, struktur brand besar seperti OPPO, vivo, dan OnePlus mengalami penyesuaian. Masa depan Realme di bawah naungan OPPO sepertinya akan menjadi sorotan yang menarik untuk diikuti.


