Masyarakat di Nagari Situjuah, Sumatra Barat, dikejutkan oleh kemunculan lubang raksasa atau sinkhole yang secara tiba-tiba muncul di kawasan permukiman. Lubang berdiameter besar ini menimbulkan kepanikan di antara warga sekitar karena potensi bahaya yang membawa bagi lingkungan sekitar. Lubang ini tercatat memiliki diameter lebih dari 10 meter dan diperkirakan akan terus meluas serta menjadi semakin dalam, meningkatkan risiko bagi keselamatan warga.
Sinkhole biasanya terbentuk oleh air yang meresap ke dalam tanah dan melarutkan lapisan batuan di bawah permukaan tanah. Spesialis Geoteknik, Clive Edmonds, menjelaskan bahwa air memainkan peran dominan dalam pembentukan sinkhole, di mana sekitar 90 persen kasus lubang ambles dipicu oleh proses air yang dikenal sebagai karst. Sinkhole biasanya terbentuk di daerah karst yang mudah tererosi dan mengandung batuan karbonat seperti kapur atau dolomit.
Kekeringan atau hujan lebat, serta aktivitas manusia seperti pompa air tanah berlebihan atau pekerjaan konstruksi, juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya sinkhole. Di Amerika Serikat, sebagian besar kerusakan akibat sinkhole terjadi di negara bagian seperti Florida, Texas, Alabama, Missouri, Kentucky, Tennessee, dan Pennsylvania. Meskipun tidak ada basis data yang menyediakan informasi komprehensif tentang berapa banyak sinkhole yang terbentuk setiap tahun, biaya kerusakan yang diketahui akibat fenomena ini meningkat hingga sekitar US$300 juta per tahun.
Departemen Perlindungan Lingkungan Florida mencatat bahwa penilaian risiko sinkhole tetap sulit, karena teknik survei geofisika yang mahal saat ini merupakan satu-satunya cara untuk mendeteksi rongga bawah tanah. Sinkhole jarang didahului oleh tanda-tanda seperti retakan atau pergeseran tanah, sehingga meningkatkan tantangan dalam memprediksi atau mencegah munculnya sinkhole. Beberapa wilayah lain yang dikenal dengan fenomena sinkhole meliputi Laut Mati dan Semenanjung Yucatán di Meksiko.


