Ketegangan geopolitik seputar minyak Venezuela memiliki dampak strategis bagi Rusia. Rencana Donald Trump untuk mengizinkan perusahaan minyak AS kembali berinvestasi di Venezuela setelah penggulingan Nicolas Maduro, telah mendorong pergeseran dalam lalu lintas pengangkutan minyak global. Data terbaru dari Lloyd’s List menunjukkan peningkatan jumlah kapal tanker armada bayangan yang beralih registrasi ke Rusia sebagai upaya mendapatkan perlindungan politik dan hukum dari Moskow, menyusul tindakan agresif AS dalam menyita kapal tanker yang beroperasi di Venezuela yang terkena sanksi. Sebanyak 17 kapal tanker armada bayangan telah mengganti bendera menjadi Rusia hanya dalam bulan Desember 2025. Fenomena ini disebut sebagai “percepatan signifikan” dalam evolusi armada bayangan global oleh pemimpin redaksi Lloyd’s List, Richard Meade. Perubahan ini menunjukkan bahwa operator kapal sedang mencari perlindungan dari penyitaan oleh AS. Dengan adanya pergeseran ini, kapal-kapal tersebut sekarang tidak hanya beroperasi secara sembunyi-sembunyi, tetapi juga berada di bawah pengawasan langsung negara besar.


